Reinkarnasi
Kenapa harus dengan istilah reinkarnasi, bukan dengan istilah lainnya. Disini, istilah reinkarnasi lebih menggambarkan tentang jiwa. Jiwa kita sebagai pribadi yang mereinkarnasi menjadi pribadi y lebih baik, meskipun masih ada dalam satu jiwa yang sama.
Seringkali seseorang, ingin berbuat baik dengan menunggu orang lain berbuat baik padanya. Ketika seseorang ingin menolong orang lain, seringkali dilihat, apakah orang tersebut pernah menolong kita. Jangan menunggu!
Ya. Memang segala sesuatu itu tidak harus dilakukan dengan cara menunggu. Kenapa kita harus berbuat baik, kalau y kita lakukan tidak pernah dianggap ada?, karena, kita berbuat baik kepada sesama yang sama-sama ciptaan Yang Maha Kuasa. Maka, biarlah Dia yang tahu dan menilai kita.Tidakkah sia-sia?
Tidak, karena seyogyanya kita hidup ini adalah untuk saling…dalam hal yang baik, saling membantu, saling menolong, saling memberi, saling yang baik tentunya. Dan, kita akan mendapatkan kebahagian karenanya. Kebahagiaan yang berbeda dengan nilai uang, jabatan, sanjungan. Tapi ini adalah kebahagian yang tidak bisa dilihat orang lain tapi kita bisa merasakan. Apakah tidak akan sakit hati?
Tidak. Apabila kebaikan yang kita lakukan, tidak ada tanggapan, tidak ada balasan, tidak ada rasa terima kasihnya. Maka, sanjunglah diri kita sendiri dengan memberi senyum bangga, berilah diri kita ucapan terima kasih dengan tangan terbuka. Bukankah itu cuma untuk menghibur diri?
Awalnya memang "Ya". Tetapi, selanjutnya akan menjadi sesuatu magnet yang akan terus menarik kita menuju sebuah kebiasaan. Kita akan menjadi manusia yang kecanduan berbuat baik. Selanjutnya….
Kita akan bisa memaknai "memberi dengan tangan kanan dan menyembunyikan tangan kiri", artinya memberi sesuatu yang baik, dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan. Bukankah itu berat?
Memang. Semua hal yang berhubungan dengan kebaikan itu awalnya berat. Tapi, itulah makna kita hidup didunia, menjadi orang yang berguna bagi sekitar kita.
Reinkarnasi, dimana pribadi kita yang bukan kita, masuk kedalam jiwa kita, namun dia tetap kita.
