Poelang Kampoeng

February 2, 2010

Reinkarnasi

Filed under: Catatan Kecil - Administrator @ 3:07 am

Kenapa harus dengan istilah reinkarnasi, bukan dengan istilah lainnya. Disini, istilah reinkarnasi lebih menggambarkan tentang jiwa. Jiwa kita sebagai pribadi yang mereinkarnasi menjadi pribadi y lebih baik, meskipun masih ada dalam satu jiwa yang sama.

Seringkali seseorang, ingin berbuat baik dengan menunggu orang lain berbuat baik padanya. Ketika seseorang ingin menolong orang lain, seringkali dilihat, apakah orang tersebut pernah menolong kita. Jangan menunggu!

Ya. Memang segala sesuatu itu tidak harus dilakukan dengan cara menunggu. Kenapa kita harus berbuat baik, kalau y kita lakukan tidak pernah dianggap ada?, karena, kita berbuat baik kepada sesama yang sama-sama ciptaan Yang Maha Kuasa. Maka, biarlah Dia yang tahu dan menilai kita.Tidakkah sia-sia?

Tidak, karena seyogyanya kita hidup ini adalah untuk saling…dalam hal yang baik, saling membantu, saling menolong, saling memberi, saling yang baik tentunya. Dan, kita akan mendapatkan kebahagian karenanya. Kebahagiaan yang berbeda dengan nilai uang, jabatan, sanjungan. Tapi ini adalah kebahagian yang tidak bisa dilihat orang lain tapi kita bisa merasakan. Apakah tidak akan sakit hati?

Tidak. Apabila kebaikan yang kita lakukan, tidak ada tanggapan, tidak ada balasan, tidak ada rasa terima kasihnya. Maka, sanjunglah diri kita sendiri dengan memberi senyum bangga, berilah diri kita ucapan terima kasih dengan tangan terbuka. Bukankah itu cuma untuk menghibur diri?

Awalnya memang "Ya". Tetapi, selanjutnya akan menjadi sesuatu magnet yang akan terus menarik kita menuju sebuah kebiasaan. Kita akan menjadi manusia yang kecanduan berbuat baik. Selanjutnya….

Kita akan bisa memaknai "memberi dengan tangan kanan dan menyembunyikan tangan kiri", artinya memberi sesuatu yang baik, dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan. Bukankah itu berat?

Memang. Semua hal yang berhubungan dengan kebaikan itu awalnya berat. Tapi, itulah makna kita hidup didunia, menjadi orang yang berguna bagi sekitar kita.

Reinkarnasi, dimana pribadi kita yang bukan kita, masuk kedalam jiwa kita, namun dia tetap kita.

October 9, 2009

Rahasia Sukses Berat Badan Turun Drastis

Filed under: Health - Administrator @ 1:14 am

Sumber: www.detik.com 

img
(Foto: health.com)
Jakarta, Bingung menentukan langkah diet yang paling efektif menurunkan berat badan? Mungkin langkah yang dilakukan Tracie Creasy, wanita asal Virginia yang berhasil menurunkan 60 kg berat badannya hanya dalam waktu 2 tahun bisa menjadi contoh.

Tracie Creasy (30 tahun) tersadar dari masalah berat badannya yang mengganggu ketika ia tidak muat lagi menggunakan pakaian dan celana jeansnya. Dari situ ia berpikir, bagaimana jika berat badannya terus bertambah dan tidak ada lagi pakaian yang muat di badannya?

Akhirnya pada Agustus 2006, ia pun berniat menjalankan misi menurunkan berat badan. Setiap hari, satu-satunya hal yang selalu terlintas dalam benak Tracie adalah bagaimana caranya menurunkan berat badan. Tracie pun memutuskan melakukan diet habis-habisan, tapi secara alami.

Awalnya Tracie memilih 3 langkah untuk menjalankan misinya, yaitu mengurangi porsi makan, mengurangi fast food dan juga soda. Namun ia merasa belum puas dengan hasil dietnya tersebut. Akhirnya Tracie pun menambah langkah lain dengan cara mengikuti aerobik air, jalan kaki, bersepeda dengan tetap melanjutkan mengurangi porsi makan dan soda.

Setelah berusaha mati-matian menjalankan semua usahanya itu, alhasil pada tahun 2008 Tracie berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 60 kg dari berat sebelumnya yang mencapai 149 kg.

Turunnya berat badan Tracie secara drastis memang mengejutkan. Para ahli mengatakan bahwa rata-rata orang umumnya hanya bisa menurunkan 2 kg berat tiap bulannya. Jadi, dalam 2 tahun mungkin hanya bisa menurunkan beratnya sebanyak 24 kg. Namun teori itu ternyata tidak berlaku untuk Tracie.

Berikut adalah keberhasilan dan langkah diet yang dilakukan Tracie selama 2 tahun, seperti dikutip dari Health, Jumat (9/10/2009).

November 2006: Menerapkan diet makanan (tidak minum soda, fast food dan makan dalam porsi kecil)
Desember 2006: Diet makan dan mengikuti kelas aerobik air (berhasil turun 10 kg)
September 2007: Diet makan, tetap aerobik air dan giat melakukan jalan kaki 5 Km tiap hari (turun 20 kg)
Desember 2007: Meneruskan diet, aerobik, jalan kaki dan menambah kegiatan bersepeda (turun 20 kg)
Juli 2008: berhasil turun 10 kg, sehingga total keseluruhan turunnya mencapai 60 kg.

Karena keberhasilannya menurunkan berat badan, kini Tracie ditunjuk menjadi seorang instruktur fitnes dan membantu para wanita yang ingin mendapatkan berat badan ideal. Jika Tracie bisa melakukan itu, semua orang yang obesitas pun seharusnya bisa meniru usaha Tracie asalkan ada niat dan kemauan keras.

July 13, 2009

Manusia Belum Pernah Mendarat di Bulan?

Filed under: Pernak 'n Pernik - Administrator @ 1:20 am

Oleh Rakaryan Sukarjaputra

KOMPAS.com — Empat puluh tahun telah berlalu sejak dunia dikejutkan oleh kabar keberhasilan pendaratan Apollo 11 di Bulan. Benarkah astronot Neil Armstrong telah menjejakkan kakinya di satelit Bumi tersebut? Pertanyaan menggelitik itu memang terus menyertai kisah misi Apollo 11 dan pendaratannya di permukaan Bulan pada 21 Juli 1969. Kemudian, astronot Neil Armstrong dan Edwin ”Buzz” Aldrin berjalan di permukaan Bulan. Cuplikan video menggambarkan Armstrong mengibarkan bendera Amerika Serikat dan melompat-lompat. Aksi ini menegaskan keberhasilan pendaratan manusia di Bulan. Sejumlah pihak menyangsikan pendaratan itu. Cuplikan video tersebut penuh dengan keganjilan. Ada yang menganggap video itu tidak dibuat di Bulan, tetapi di sebuah tempat khusus di sekitar Negara Bagian Arizona, AS. Astronom Phil Plait termasuk yang sangsi. Dia memberikan penjelasan pada sebuah program radio ”Are We Alone” yang dikelola SETI Institute. Ini adalah lembaga nirlaba di California, AS, yang fokus pada penjelasan keberadaan makhluk pintar lain di jagat raya. Plait mengatakan, ada pihak yang skeptis dengan mempertanyakan foto-foto Armstrong dan Aldrin yang memperlihatkan langit tanpa bintang. ”Tidak ada atmosfer di Bulan sehingga bintang-bintang seharusnya terlihat lebih terang.” Pihak yang skeptis juga mempersoalkan bendera AS dalam cuplikan video yang tampak berkibar, padahal di Bulan tidak ada udara. Mereka juga mengajukan teori bahwa para astronot mungkin sudah terpanggang radiasi ketika menembus sabuk Van Allen dalam perjalanan ke Bulan. Kepercayaan melemah Sebenarnya kepercayaan soal pendaratan di Bulan itu sudah semakin lemah dalam beberapa tahun terakhir. Isu ini mencuat kembali ketika TV Fox pada 2001 menyiarkan sebuah program yang diberi judul ”Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?” Acara TV Fox itu, kata Dr Tony Philips, pada situs Science@NASA, menggambarkan betapa Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) tidak lebih dari sekadar ”produser film yang tolol”. Semua kesangsian itu telah sering dijawab langsung Armstrong, komandan misi Apollo 11. Tokoh kelahiran Wapakoneta, Ohio, 5 Agustus 1930, itu bersama astronot Buzz Aldrin mengaku telah menikmati permukaan Bulan selama 2,5 jam. Di Bulan, mereka berdua menancapkan bendera AS dan sebuah spanduk bertuliskan ”Di sini manusia dari planet Bumi menginjakkan kakinya pertama kali. Kami datang dengan damai untuk seluruh umat manusia”. Mengapa awalnya banyak yang percaya? Bagi AS, pendaratan di Bulan adalah sebuah pencapaian besar yang membuat AS seolah-olah unggul dari pesaing utama ketika itu, Uni Soviet, dalam program luar angkasa. Bagi salah satu pesaing AS saat ini, Rusia, teori konspirasi mengenai kebohongan pendaratan di Bulan tahun 1969 itu menjadi semakin populer. Rusia membuat sejumlah situs bahkan film-film dokumenter di televisi untuk menyampaikan kebohongan besar pendaratan di Bulan itu. Konstelasi Boleh jadi, hal itu pula yang membuat mantan Presiden AS George W Bush memutuskan untuk menghapuskan penerbangan pesawat ulang alik pada 2010 setelah musibah pesawat ulang alik Columbia pada 2003. Sebagai gantinya, Bush pada 2004 meluncurkan program lebih ambisius, Constellation (Konstelasi), yang bertujuan membawa warga AS kembali ke Bulan pada 2020, dan menggunakan Bulan sebagai tempat peluncuran pesawat luar angkasa berawak manusia menuju Mars. Michael Griffin, mantan pemimpin NASA yang mendorong program Constellation, menjelaskan, pesawat ulang alik membuat AS bertahan terlalu lama pada penerbangan luar angkasa di orbit rendah, padahal kini muncul pesaing baru dalam program luar angkasa, antara lain China. ”Kita (AS) harus kembali ke Bulan karena itu adalah langkah berikutnya. Bulan hanya beberapa hari dari rumah. Mars hanya beberapa bulan dari Bumi,” papar Griffin. Sayangnya, anggaran NASA tidak cukup untuk membiayai pembuatan kapsul Orion Constellations, kapsul yang lebih maju dan lebih besar ketimbang versi kapsul Apollo. NASA juga kekurangan biaya untuk menyiapkan roket peluncur Ares I dan Ares V yang diperlukan untuk mengirim kapsul itu ke orbit. Biaya keseluruhan Constellation itu diperkirakan 150 miliar dollar AS. Anggaran eksplorasi luar angkasa AS pada 2009 hanya 6 miliar dollar AS. Wajar apabila Senator Bill Nelson (Florida) menegaskan, NASA tidak akan bisa melakukan tugas yang diberikan kepadanya, yaitu berada di Bulan pada 2020. Senator yang mantan astronot itu bahkan mengkhawatirkan, saat program pesawat ulang alik berakhir, AS tak akan bisa mengirimkan astronotnya ke stasiun luar angkasa ISS, kecuali menumpang Soyuz milik Rusia. Hal itu tentu menjadi kabar buruk bagi NASA dan khususnya Armstrong yang tentu tidak ingin pendaratannya di Bulan menjadi bahan olok-olokan. Meski demikian, ada cara pembuktian lebih sederhana, yaitu menemukan kembali bendera dan spanduk yang ditancapkan Armstrong itu dengan teleskop dari Bumi. Tentu dengan harapan bendera itu masih tertancap di tempatnya.

    next posts »»

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King