Poelang Kampoeng

November 30, 2006

Yuk, Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini

Filed under: Health - Administrator @ 8:27 am

Sumber: www.hanyawanita.com 

Apa yang terpikir saat menyebut kanker payudara? Ngeri, panik, berdo’a dan berharap Anda tak terkena? Kurang lebihnya seperti itu.

Penderita kanker payudara di Indonesia kebanyakan tidak tertolong karena baru mengetahui kondisinya setelah stadium lanjut. Padahal, kanker ini dapat dideteksi secara dini dengan pemeriksaan klinis dan mamografi. Untuk mengetahui penyakit ini, mari kenali dulu payudara kita. Payudara terdiri dari tiga unsur, yaitu kelenjar air susu, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara yang mengikat kelenjar-kelenjar menjadi satu kesatuan. Keseluruhan payudara dibungkus oleh kulit. Saluran kelenjar akan bermuara pada puting susu yang berada di tengah daerah kulit yang berwarna gelap (areola). Kanker payudara merupakan keganasan yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara (tidak termasuk kulit payudara).

Apa saja gejala kanker payudara? Berikut di antaranya:

1.    Adanya benjolan di payudara

2.    Keluar cairan yang tidak normal dari puting susu (dapat berupa nanah, cairan encer atau keluar air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui)

3.    Perubahan bentuk dan besar payudara

4.    Kulit, puting susu dan areola melekuk ke dalam atau berkerut

Penyebab pasti dari kanker payudara belum diketahui sejauh ini, namun ada beberapa faktor risiko terjadinya kanker payudara. Apa dan siapa? Ini dia daftarnya:

1.          Mendapat haid pertama pada umur kurang dari 10 tahun

2.    Mengalami mati haid (menopause) setelah umur 50 tahun

3.    Tidak pernah menikah, tidak melahirkan anak dan tidak menyusui

4.    Melahirkan anak pertama setelah usia 35 tahun

5.    Pernah mengalami operasi payudara yang disebabkan oleh kelainan jinak atau tumor ganas payudara

6.    Di anggota keluarga ada yang menderita kanker

 

Kanker payudara pada tahap awal tidak menimbulkan gejala apapun (inilah alasan utama mengapa penderita mengetahui penyakitnya setelah stadium lanjut), namun bersamaan dengan berkembangnya penyakit akan muncul gejala yang menyebabkan perubahan pada payudara. Makanya, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara secara berkala.

Pemeriksaan dapat berupa:

1.    Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
Setiap perempuan dianjurkan melakukan metode ini secara teratur sebulan sekali setelah selesai haid. Bagi yang telah menopause pemeriksaan dilakukan pada tanggal tertentu yang mudah diingat setiap bulannya

2.    Pemeriksaan oleh tenaga medis (Dokter atau Bidan)
Dengan pemeriksaan seksama sering dapat diduga suatu benjolan di payudara merupakan tumor jinak atau ganas

3.    Mammogram
Merupakan pemeriksaan radiologi menggunakan sinar X untuk memeriksa payudara. Gambar diambil dari arah samping dan atas untuk masing-masing payudara. Adanya gambaran mikro klarifikasi mungkin merupakan tanda dini.

 

Waspada Bahaya di Balik Krim Pemutih

Filed under: Health - Administrator @ 8:17 am


Sumber: www.hanyawanita.com

Siapa perempuan yang tak bangga memiliki kulit putih berseri tanpa noda spot coklat atau kehitaman di wajah? Tidak ada. Bahkan yang berkulit gelap dari "sononya" ingin tampak putih. How come?

Bahkan iklan produk pemutih wara-wiri di televisi, belum lagi di media cetak. Anda tahu, dari dua produk pelembab yang terjual, salah satunya adalah produk pemutih kulit.

 

Apapun rela dilakukan perempuan untuk tampil lebih cantik dengan kulit putih cling. Bahkan harga bukan masalah, sekalipun harus mengeringkan tabungan bertahun-tahun! Putih sudah menjadi obsesi, yang tak jarang membuat kita lupa diri, tak waspada terhadap produk krim pemutih yang beredar di pasaran.

 

Mendapatkan kulit putih, atau tepatnya lebih cerah, tidak bisa dengan cara instan. Jika Anda menemukan putih dengan cara instan, katakan dalam hitungan minggu, patut dicurigai ada sesuatu di balik itu.

Secara umum terdapat berbagai jenis krim pemutih di pasaran. Krim-krim ‘ampuh’ ini umumnya mengandung berbagai jenis zat aktif seperti hidrokuinon, monobenzil dan monometil hidrokuinon, raksa, asam askorbat dan peroksida.

Namanya juga bahan kimia, selalu ada efek sampingnya jika tak digunakan sesuai takaran yang disarankan. Krim yang mengandung bahan aktif hidrokuinon amat mengesankan sekali cara kerjanya dalammembasmi spot hitam atau warna yang tidak merata pada kulit, meski hasilnya berbeda pada setiap individu.

Dalam suatu kajian yang telah dijalankan di Amerika Syarikat (Arndt dan Fitzpatrick, 1965), krim yang mengandungi 2% dan 5% hidrokuinon telah diuji ke atas 56 subjek yang mempunyai masalah spot kehitaman pada kulit. Menariknya, 12% dari jumlah subjek kajian adalah penduduk berketurunan kulit hitam. Mereka ini menggunakan krim mengandung hidrokuinon dua kali sehari selama tiga bulan.
Hasilnya menakjubkan. Krim mengandung hidrokuinon dapat menghilangkan spot hitam pada 44 orang yang mengikuti penelitian dari jumlah 56 responden.

Pemakaian hidrokuinon yang berlebihan bukannya tak membawa efek samping. Krim yang mengandungi 5% hidrokuinon telah dilaporkan memberi kesan sampingan (iritasi dan rasa terbakar pada kulit). Namun jika kadarnya hanya 2% pemakai hanya mengalami sedikit iritasi atau terbakar saja.

Pemakaian hidroquinon berlebih dapat menyebabkan kulit iritasi, dan jika dihentikan kulit akan seperti semula, bahkan bisa lebih buruk. Lebih bahaya lagi merkuri. Logam yang sebenarnya sudah dilarang itu memang menjadikan kulit tampak putih mulus, tetapi lama-kelamaan akan mengendap di bawah kulit. Setelah bertahun-tahun kulit akan biru kehitaman, bahkan dapat memicu timbulnya kanker.

Kadar zat pemutih hidroquinon untuk kosmetik hanya diperbolehkan dua persen, lebih dari itu harus diperlakukan sebagai obat.

Krim pemutih merupakan campuran bahan kimia yang bertujuan memucatkan noda hitam (cokelat) pada kulit. Dalam jangka waktu lama krim tersebut dapat menghilangkan atau mengurangi hiperpigmentasi pada kulit. Namun jangan salah, penggunaan yang terus-menerus justru akan menimbulkan pigmentasi dengan efek permanen.

Sayangnya, sekarang banyak konsumen kejeblos, menggunakan pemutih yang bermanfaat instan. Pemutih tersebut bisa menimbulkan efek rebound, yaitu memberikan respons berlawanan saat pemakaian dihentikan.

Hasil kajian tersebut juga menunjukkan bahawa krim ini hanya sesuai untuk pengguna berkulit cerah dengan spot kehitaman tidak banyak. Krim ini bekerja baik untuk perawatan kulit pada peringkat awal pembentukan bintik hitam.

Bagaimana krim seperti itu bekerja? Dari kajian ini didapat hasil hidrokuinon menghalangi pengeluaran melanin oleh melanosit di dalam epidermis. Hidrokuinon juga menembus kulit dan menyebabkan penebalan gentian kolagen.

Efek samping hidrokuinon memang sedikit saja terutama jika dipakai pada kadar rendah, namun ada rasa panas terbakar saat krim dengan hidrokuinon tinggi diaplikasikan pada kulit.

Jika krim seperti ini digunakan dalam jangka panjang, sementara kita juga terekspos sinar matahari, bukan kulit cerah merona yang kita dapat, melainkan sebaliknya. Spot coklat aau kehitaman justru bertambah, bahkan muncul bintik kekuningan pada kulit yang disebut okronosis. Kerusakan ini mungkin bersifat selamanya karena tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengembalikan ke bentuk atau warna semula.

Hidrokuinon bukan saja berbahaya jika digunakan pada kulit pada kadar tinggi. Jika termakan zat ini dapat menyebabkan keracunan yang serius. Jika yang termakan mencapai kepekatan 5-15 gram akan menyebabkan kerusakan sel darah merah (hemolytic anemia).

Siapa sih yang tak ingin kulitnya putih dan mulus dalam hitungan minggu? Tapi harap diingat, begitu kosmetik dihentikan kulit menjadi hitam atau dikotori dengan flek-flek, bahkan merah seperti udang rebus, atau lebih parah lagi muncul kanker kulit.

 

Meminimalis Selulit?

Filed under: Beauty - Administrator @ 4:35 am

Sumber: www.hanyawanita.com

Setiap wanita pasti ingin memiliki kulit yang mulus bak porselen, mulai dari atas sampai turun ke bawah. Mulai dari kulit wajah sampai kulit telapak kaki sekalipun. Kali ini kita tidak bicara kulit wajah, karena bagian tubuh yang seringkali menjadi pusat perhatian tidak melulu wajah.

Selulit adalah salah satu yang sering membuat Anda jadi kurang percaya diri. Tampilan ala kulit jeruk yang menonjol dan seringkali tampak bergaris-garis memang jadi mengurangi keindahan kulit. Selulit memang sudah ‘menghantui’ wanita sejak berabad-abad lalu

Kulit jeruk satu ini muncul karena aktivitas dan kondisi tubuh Anda yang menyebabkan perubahan pada kondisi kulit. Misalnya diet yang tergantung mood, sehingga berat badan naik turun drastis seperti yoyo. Kulit belum sempat beradaptasi sehingga timbullah kulit jeruk. Tidak ingin kulit mulus Anda menjadi seperti kulit jeruk? Mudah kok..

1.   Jagalah pola makan Anda agar teratur dan berat tubuh seimbang. Hindari melakukan diet yoyo.

2.   Bila menyikat tubuh yang kasar ataupun bagian lipatan kulit di paha, gunakan sikat tubuh yang halus sehingga selulit bisa berkurang dan kulit tidak teritasi sikatnya.

3.   Untuk ‘mengeliminasi’ bagian kulit yang berselulit, pijatlah dengan menggunakan minyak kelapa

4.   Gunakan garam halus. Ini bisa berfungsi sebagai scrub tanpa bahan kimia untuk menghaluskan kulit

5.   Salah satu cara lain untuk mengusir selulit adalah dengan mengkonsumsi vitamin C. Selain mengkonsumsi, pilih juga pelembab dengan kandungan vitamin C.

    

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King