Yuk, Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini
Sumber: www.hanyawanita.com
Apa yang terpikir saat menyebut kanker payudara? Ngeri, panik, berdo’a dan berharap Anda tak terkena? Kurang lebihnya seperti itu.
Penderita kanker payudara di Indonesia kebanyakan tidak tertolong karena baru mengetahui kondisinya setelah stadium lanjut. Padahal, kanker ini dapat dideteksi secara dini dengan pemeriksaan klinis dan mamografi. Untuk mengetahui penyakit ini, mari kenali dulu payudara kita. Payudara terdiri dari tiga unsur, yaitu kelenjar air susu, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara yang mengikat kelenjar-kelenjar menjadi satu kesatuan. Keseluruhan payudara dibungkus oleh kulit. Saluran kelenjar akan bermuara pada puting susu yang berada di tengah daerah kulit yang berwarna gelap (areola). Kanker payudara merupakan keganasan yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara (tidak termasuk kulit payudara).
Apa saja gejala kanker payudara? Berikut di antaranya:
1. Adanya benjolan di payudara
2. Keluar cairan yang tidak normal dari puting susu (dapat berupa nanah, cairan encer atau keluar air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui)
3. Perubahan bentuk dan besar payudara
4. Kulit, puting susu dan areola melekuk ke dalam atau berkerut
Penyebab pasti dari kanker payudara belum diketahui sejauh ini, namun ada beberapa faktor risiko terjadinya kanker payudara. Apa dan siapa? Ini dia daftarnya:
1. Mendapat haid pertama pada umur kurang dari 10 tahun
2. Mengalami mati haid (menopause) setelah umur 50 tahun
3. Tidak pernah menikah, tidak melahirkan anak dan tidak menyusui
4. Melahirkan anak pertama setelah usia 35 tahun
5. Pernah mengalami operasi payudara yang disebabkan oleh kelainan jinak atau tumor ganas payudara
6. Di anggota keluarga ada yang menderita kanker
Kanker payudara pada tahap awal tidak menimbulkan gejala apapun (inilah alasan utama mengapa penderita mengetahui penyakitnya setelah stadium lanjut), namun bersamaan dengan berkembangnya penyakit akan muncul gejala yang menyebabkan perubahan pada payudara. Makanya, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara secara berkala.
Pemeriksaan dapat berupa:
1. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
Setiap perempuan dianjurkan melakukan metode ini secara teratur sebulan sekali setelah selesai haid. Bagi yang telah menopause pemeriksaan dilakukan pada tanggal tertentu yang mudah diingat setiap bulannya
2. Pemeriksaan oleh tenaga medis (Dokter atau Bidan)
Dengan pemeriksaan seksama sering dapat diduga suatu benjolan di payudara merupakan tumor jinak atau ganas
3. Mammogram
Merupakan pemeriksaan radiologi menggunakan sinar X untuk memeriksa payudara. Gambar diambil dari arah samping dan atas untuk masing-masing payudara. Adanya gambaran mikro klarifikasi mungkin merupakan tanda dini.