Poelang Kampoeng

December 29, 2006

Api Lapindo

Filed under: Islam - Administrator @ 5:13 am

Semburan Api Lapindo Membentuk Lafal Allah dan Gambar Logo Pertamina yang Lama

Semburan api lapindo berbentuk lafal allah

December 26, 2006

Surga dan Amarah

Filed under: Islam - Administrator @ 5:16 am

“Barangsiapa tidak marah, maka ia lemah dari melatih diri. Yang baik adalah, mereka yang marah namun bisa menahan dirinya.” [Imam al-Ghazali, dari kitab Ihya’ Ulumuddin]

 

Anjing! Dikira aku ini apaan.”  Kalimat-kalimat kotor dan celaan sering kita dengar di sekeliling lingkungan kita. Entah karena spontan atau karena sudah kebiasaan. Tidak cukup sampai di situ, kadangkala, semburan kalimat-kalimat tidak pantas masih dibarengi dengan tindakan lain sebagai ekpresi amarah. “Brak!. Lihat saja nanti!, “ ujarnya sembari membanting pintu.

Contoh di atas adalah  ekpresi dari rasa amarah seseorang. Amarah adalah sikap alamiah yang dimiliki manusia. Ekpresi amarah, bentuknya bisa bermacam-macam. Mulai yang ringan hingga yang berat.

Amarah sering terjadi pada tingkatan-tingkatan tertentu. Umumnya, sebagai ekspresi kekecewaan, kebencian atau bentuk dari sikap kaum kuat pada yang lemah. Misalnya; atasan pada bawahan. Tua pada yang muda, suami pada istrinya, kakak terhadap adiknya, begitu seterusnya. Pada level-level seperti, ekpresi amarah relative lebih cepat terjadi.

Meski salah, amarah sering juga dianggap sebagai bentuk dari sikap menjaga wibawa, gengsi atau harga diri. Meski dari ketiga itu adalah sama-sama dari bentuk kesombongan yang hinggap pada diri seseorang. “Sori, jika aku mengalah, itu membuktikan aku lemah. Aku harus melawannya, “ begitu kalimat yang sering meluncur pada hati orang-orang yang diliputi perasaan gengsi. Yang lebih parah, ketika menganggap amarah sebagai bentuk keberanian.

Sering kita lihat di sekeliling kita, bagaimana ketika dua orang yang sedang bertengkar justru semakin ganas dan semakin tidak terkontrol dikala  sebagian orang justru sedang menengahi alias memisahkannya. “Jangan pegangi, lepas saja saya,” begitu ucapnya ketika sedang dilerai. Di hadapan banyak orang, ia seolah ingin menunjukkan ‘kekuatannya’ pada pihak lawan. Intinya, antara gensi,  sombong dan  amarah, bedanya ibarat sehelai rambut.

Karena itu, Islam lebih memuliakan orang-orang yang bisa mengendalikan diri dari rasa amarah di dadanya. Bahkan bagi yang mampu mengendalikan rasa amarah, Allah sendiri yang langsung menjanjikan kemuliaan padanya.

Rasulullah bersabda, “Man kaffa ghadhabahu kaffa Ilaahu’anhu adzaabahu wa mani’tadza ilaa rabbihii qabilallahu wa man hazana lisaanuhu satrallahu’auratahu.” [“Barangsiapa mampu mencegah kemarahannya, maka dicegah oleh Allah daripadanya akan azabNya. Dan barangsiapa yang meminta udzur kepada Tuhannya, maka Allah menerima udzurnya. Dan barangsiapa menjaga lidahnya [menahannya], niscaya Allah akan menutup auratnya]

Ibnu Umar berkata, “Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya neraka jahanam itu mempunyai satu pintu, yang tidak dapat dimasukinya, selain orang yang sembuh kemarahannya dengan perbuatan maksiat kepada Allah ta’ala.” [HR. Ibnu Abi Dunya dari Ibnu Abbas]

Selain itu, Rasulullah pernah bersabda, “Barangsiapa mampu menahan kemarahannya dan ia sanggup melaksanakannya, maka ia dipanggil oleh Allah di hadapan manusia ramai dan ia disuruh memilih, diantara bidadari yang dia kehendaki.” [HR. Ibnu Abi Dunya dari Mu’adz bin Anas]

Begitu pentingnya amalan menahan amarah, sampai-sampai Allah tidak segan-segan memberi ganjaran luar biasa baginya. Menurut Rasulullah, “Laa tahdzab wa lakal jannah.” (Janganlah marah bagimu surga).[HR. Bukhari]

Ramadhan kali ini, adalah saat yang tepat bagi kita untuk melatih dan mengendalikan diri dari kebiasaan marah. Dan akan lebih baik lagi jika latihan ini tetap dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya. (Hidayatullah.com)

6 Persoalan hidup

Filed under: Islam - Administrator @ 4:16 am

BISMILLAH..
Sebagai renungan kita bersama…

1. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ?
2. Apa yang paling jauh dari kita di dunia ?
3. Apa yang paling besar di dunia ?
4. Apa yang paling berat di dunia ?
5. Apa yang paling ringan di dunia ?
6. Apa yang paling tajam di dunia ?

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan
murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya….
pertama,

"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia
ini?".
Murid-muridnya menjawab "orang tua,guru,kawan,dan
sahabatnya".
Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu benar.
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI".
Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap
yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)

Lalu Imam Ghazali meneruskan pertanyaan yang kedua….
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid -muridnya menjawab "negara Cina, bulan, matahari
dan bintang - bintang".

Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawapan
yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling
jauh adalah "MASA LALU". Walau dengan apa cara
sekalipun
kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu
kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan
datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran
agama.

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang
ketiga…."Apa yang paling besar di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab "gunung, bumi dan matahari".
Semua jawapan itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang
paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU"
(Al A’ Raf 179). Maka kita harus berhati-hati dengan
nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke
neraka.

Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di
dunia ini?". Ada yang menjawab "besi dan gajah". Semua
jawapan adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang
paling berat adalah "MEMEGANG AMANAH" (Al Ahzab 72).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua
tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk
menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi
manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah
SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka
karena ia tidak dapat memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan
di dunia ini?"…Ada yang menjawab "kapas, angin, debu
dan daun-daunan".

Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling
ringan di dunia ini adalah "MENINGGALKAN SHOLAT".
Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan sholat,
gara-gara bermesyuarat kita meninggalkan sholat.

Dan pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling
tajam di dunia ini?"…Murid-muridnya menjawab dengan
serentak, "pedang". Benar kata Imam Ghozali, tapi yang
paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA" kerana melalui
lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai
perasaan saudaranya sendiri.

«« previous posts    next posts »»

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King