Poelang Kampoeng

January 24, 2007

Peneliti IPB Temukan Energi Alternatif

Filed under: IPB Campus - Administrator @ 7:25 am

Sumber: www.suaramerdeka.com

Para peneliti di Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan energi alternatif biogas dan pupuk "Super Organik" yang dihasilkan dari limbah ternak dan didemonstrasikan di depan wartawan di kampus itu, Senin.

Penemuan itu didemonstrasikan di Kampus Darmaga oleh tiga peneliti dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) Fakultas Peternakan (Fapet) IPB yakni Ir. Suhut Simamora, MS, Ir. Sri Wahyuni, MSi dan Ir. Salundik, MSi.

Menurut Suhut Simamora, biogas adalah gas hasil fermentasi bahan organik oleh mikroorganisme anaerobik. Biogas digunakan sebagai sumber energi untuk memasak, penerangan, pemanas atau menggerakkan generator (listrik).

Dari ujicoba yang sudah dilakukan, gas generator listrik yang dihasilkan melalui biogas dari limbah ternak itu dapat menghasilkan "maximum out-put power" 500 watt dan 700 watt.

Ia menjelaskan, nilai kalor dari biogas ditentukan oleh gas methan (CH4) dan karbon dioksida (C02). Bahan bakar biogas menghasilkan "pembakaran sempurna", yakni ditandai dengan nyala api biru, tidak tergolong gas toksik, tidak berbau dan tidak menimbulkan jelat (bekas hitam).

Bahan utama biogas adalah campuran feses (kotoran ternak), urine dan sisa pakan (bahan organik) dengan pengenceran air, dengan perbandingan 1 kotoran: 2 air.

Pengisian pertama harus sudah tercipta kondisi anaerob, dengan waktu tunggu 13-20 hari dari isian pertama. Setelah proses itu, maka biogas siap dipakai dengan menggunakan kompor gas, petromaks, pemanas atau generator.

Dengan instalasi digester (pencerna organik) gasbio berkapasitas 3 meter kubik dapat memproses kotoran dari 2 hingga 4 ekor ternak sapi dewasa dan menghasilkan gasbio sebanyak 1.800 liter. Gas yang dihasilkan itu sudah dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar memasak untuk lima orang dalam satu keluarga.

Khusus di laboratorium ujicoba milik Fapet IPB, instalasi digester berbahan semen, biaya instalasinya berkisar antara Rp12,5 juta hingga Rp15 juta, dengan kapasitas 5-7 meter kubik untuk mengolah kotoran 5-15 ekor sapi, lengkap dengan satu kompor gas, dengan etsimasi kekuatan sekitar 30 tahun.

"Jadi, biogas yang dihasilkan ini bisa dilakukan untuk skala peternakan besar dan juga masyarakat yang memiliki sedikit ternak," katanya.

Ramah lingkungan Sementara itu, Sri Wahyuni mengemukakan bahwa tujuan dari teknologi yang dikembangkan itu, selain karena biaya dari instalasi biogas yang murah, juga menciptakan peetrnakan yang ramah lingkungan.

Nilai tambah lainnya, kata dia, dengan dihasilkannya pupuk organik bermutu yang berasal dari kotoran ternak dengan limbah pertanian, juga dapat meningkatkan pendapatan petani/peternak.

"Manfaat lainya yaitu mendukung usaha tani dalam penyediaan pupuk organik sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sehingga ada kemandirian dalam penyediaan pupuk," katanya.

Salundik menambahkan, ditengah semakin langka dan mahalnya energi konvensional, perlu diciptakan energi alternatif untuk mengatasi krisis energi di masa mendatang. Selain langka, energi konvensional juga membutuhkan teknologi maupun investasi mahal, hasil pembakarannya pun menimbulkan pencemaran.

"Energi alternatif biogas ini dapat diperbaharui (renewable), menggunakan teknologi tepat guna, mengurangi pencemaran dan biaya distribusinya sangat minim, apalagi potensi bahan bakunya, yakni limbah ternak sangat besar di pedesaan, sehingga sangat aplikatif untuk kondisi saat ini," katanya.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://loeloes.blogsome.com/2007/01/24/peneliti-ipb-temukan-energi-alternatif/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


    

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King