Poelang Kampoeng

January 30, 2007

Cara Mudah Meratakan Perut

Filed under: Beauty - Administrator @ 8:07 am

Sumber: www.info-sehat.com

Anda pasti setuju perut yang rata akan terlihat indah dibandingkan dengan perut yang gendut. Apabila Anda memiliki masalah dengan perut yang gendut, berikut ini beberapa cara mudah untuk meratakan dan mengencangkan perut, yang dapat Anda lakukan baik dalam kebiasaan hidup sehari-hari hingga olahraga yang bisa dilakukan di rumah.

  • Makan semangkok buah frambis. Buah ini adalah jenis buah yang kaya dengan serat dan dapat mencegah sembelit.
  • Minum banyak air. Air adalah minuman yang bebas kalori, mengenyangkan, dan menjaga metabolisme tubuh agar tetap berjalan dengan baik.
  • Berhenti konsumsi minuman beralkohol. Alkohol memang termasuk minuman yang bebas lemak, namun mengandung banyak kalori. Alkohol juga dapat meningkatkan tingkat hormon kortisol, yaitu hormon stres yang dapat membantu penyimpanan lemak dalam perut.
  • Banyak melakukan gerakan sit up. Gerakan duduk membungkuk dapat membuat perut tampak lebih besar. Agar dapat menghasilkan bentuk perut yang rata dan kencang, lakukanlah olahraga otot perut dengan melakukan banyak gerakan sit up.
  • Berkebun. Percaya atau tidak, ternyata untuk merampingkan perut tidak hanya memperhatikan olahraga dan pola makan, namun juga ada aktivitas yang dapat dilakukan yang dapat memberikan manfaat yang sama yakni berkebun. Aktivitas itu diyakini dapat membakar sekitar 350 kalori per jam.
  • Lakukan gerakan pinggul. Hula hoop adalah olahraga yang menitikberatkan pada gerakan pinggul dimana olahraga tersebut dapat membakar kalori sama seperti berkebun.
  • Banyak mengonsumsi buah dan sayuran. Buah dan sayuran adalah dua jenis makanan yang banyak mengandung serat sehingga sekalipun Anda makan dalam jumlah yang banyak, Anda tidak perlu kuatir terjadinya penimbunan lemak dalam perut

January 24, 2007

Menengok Proyek Digital Library

Filed under: Library - Administrator @ 7:40 am

Sumber: ikc.cbn.net.id

Tantangan baru teknologi informasi khususnya untuk para penyedia informasi adalah bagaimana menyalurkan informasi dengan cepat, tepat dan global. Perpustakaan sebagai salah satu penyedia informasi yang keberadaannya sangat penting di dunia informasi, mau tidak mau harus memikirkan kembali bentuk yang tepat untuk menjawab tantangan ini. Salah satunya adalah dengan mewujudkan digital library yang terhubung dalam jaringan komputer.

Digital Library (DL) atau perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer. Istilah digital library sendiri mengandung pengertian sama dengan electronic library dan virtual library. Sedangkan istilah yang sering digunakan dewasa ini adalah digital library, hal ini bisa kita lihat dengan sering munculnya istilah tersebut dalam workshop, simposium, atau konferensi.

Jadikan Perpustakaan Menarik Dikunjungi

Filed under: Library - Administrator @ 7:31 am

Sumber: www.balipost.co.id 

MENJADIKAN perpustakaan sebagai rumah kedua bagi warga masyarakat masih jadi harapan. Bahkan kini tak lebih dari sebuah impian yang sulit diwujudkan. Mengapa?

Perpustakaan sering dianggap pelengkap. Artinya, kalau toh tidak ada tidak dianggap masalah. Kalau toh ada, biasanya jauh dari pengelolaan yang kurang profesional. Anggaran yang digunakan pun sangat kecil.

Singkatnya, pemberdayaan perpustakaan belum seperti lembaga-lembaga lain. Termasuk perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah. Bahkan gambaran perpustakaan sekolah biasanya tempatnya di pojok, pengap dengan perlengkapan meubeler seadanya, masih banyak kita jumpai. Sangat jauh dari kesan nyaman apalagi elite.

Banyak definisi dan pengertian tentang hal itu. Pada 1970, The American Library Association menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian ‘’pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan'’.

Pengertian perpustakaan yang mutakhir ini telah mengarahkan kepada tiga hal yang mendasar. Pertama sebagai sarana pelestarian bahan pustakan. Kedua; sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Ketiga perpustakaan sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pembangunan nasional.

Sementara perpustakaan sekolah mempunyai fungsi yang lebih khusus lagi. Selain sebagai bagian integral dari kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah juga sebagai pusat penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya. Yang juga tak kalah penting lagi perpustakaan sekolah sebagai pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif.

Sudahkah fungsi-fungsi tersebut terlaksana? Belum. Perpustakaan belum menjadi rumah kedua para siswa maupun masyarakat umum. Hal ini dapat dilihat dari data kunjungan ke perpustakaan yang masih sangat rendah.

Banyak yang malas pergi ke perpustakaan. Para orangtua pun lebih senang mengajak anak-anaknya rekreasi ke mall atau tempat-tempat wisata lainnya. Sangat jarang para orangtua memprogramkan anak-anaknya diajak ke perpustakaan.

Fenomena serupa juga dapat dilihat dari kunjungan ke toko-toko buku. Toko-toko buku hanya ramai dikunjungi ketika tahun ajaran baru. Itu pun hanya mampir menanyakan buku yang diperlukan. Tidak banyak yang mau meluangkan waktu untuk melihat-lihat atau mebuka-buka buku yang juga banyak menyimpan ilmu pengetahuan. Inilah yang belum dimiliki oleh orangtua siswa. Sehingga wajar kalau generasi muda saat ini sangat jauh dari buku dan perpustakaan.

Hal inilah yang perlu dipikirkan para orangtua dan para pengelola perpustakaan. Gemar membaca harus dimulai dari orangtua dan para guru. Kalau para guru lebih banyak ngobrol pada jam istirahat mengajar, tentu tidak baik bagi perkembangan siswa. Setidaknya siswa akan meniru perilaku seperti itu ketika tidak ada jam pelajaran.

Sikap gemar membaca inilah yang harus dimulai dari para guru. Guru seharusnya memberi contoh pada anak didik dalam mengisi waktu luang. Perpustakaan juga harus menjadi ‘’milik'’ bapak dan ibu guru. Jadi guru juga harus akrab dengan perpustakaan. Bila perlu guru harus memberi contoh untuk setiap saat mengunjungi perpustakaan dan membaca buku di sana. Kalau sudah demikian setidaknya akan memberikan teladan bagi siswa dalam mengisi waktu kosong secara lebih bermanfaat.

«« previous posts    next posts »»

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King