Poelang Kampoeng

January 24, 2007

30 Produk Unggulan IPB Dipasarkan ke Publik

Filed under: IPB Campus - Administrator @ 7:27 am

Sumber: www.antara.co.id

Tidak kurang dari 30 produk unggulan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dihasilkan dari kompetensi keilmuan dan disiplin ilmu pertanian, mulai dipasarkan kepada publik luas melalui jaringan "Agrimart".

Rektor IPB, Prof Dr Ir Achmad Ansori Matjjik, MSc di Bogor, kemarin, menjelaskan selama ini IPB telah banyak memproduksi beragam produk yang sebenarnya memungkinkan untuk dipasarkan, namun ternyata belum bisa dipasarkan.

Beberapa di antara 30 produk unggulan yang sudah tersedia di Agrimart IPB itu adalah bakso ikan, susu pasteurisasi, nata de coco, air mineral, stik sale pisang, pupuk organik, madu, beras organik, obat herbal, baso sapi dan jamur siap saji.

Dijelaskannya bahwa berdirinya "Agrimart" –yang merupakan jaringan pemasaran milik IPB sendiri–sudah sejalan dengan konsep "ABGC" yang telah dicanangkan IPB, yakni "Academician", "Businessman", "Governance", dan "Community". "Tanpa kerjasama empat unsur tadi, kesejahteraan yang kita dambakan sukar untuk diwujudkan," katanya.

Menurut dia, kehadiran "Agrimart" IPB itu bisa menjadi ajang pembuktian bahwa produk-produk unggulan IPB sangat layak untuk dipasarkan.

"Karenanya melalui `Agrimart` IPB ini, kita mulai belajar bagaimana berdagang. Kita coba buktikan, produk yang kita hasilkan memiliki kualitas dan kuantitas yang pantas untuk dipasarkan. Selain tentunya kita harapkan pula kesinambungan dari produk yang kita hasilkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Humas IPB drh Agus Lelana, Sp.MP, MSi menambahkan, keberadaan "Agrimart" merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses implementasi IPB menjadi perguruan tinggi (PT) yang otonom.

"Selain menjadi outlet produk-produk IPB, dalam jangka panjang `Agrimart` diharapkan menjadi `income generating` untuk menunjang pendidikan IPB menuju `academic excelent`," katanya.

Menurut dia, pembuatan produk-produk unggulan tersebut dilakukan oleh unit-unit kerja IPB, seperti departemen, pusat ataupun UKM (Usaha Kecil dan Menengah) binaan LPPM IPB, yang melibatkan para mahasiswa dan alumni IPB.

Karenanya, secara tidak langsung melatih "life skill" mahasiswa melalui kegiatan dimaksud.

Sedangkan Direktur Operasional PT Indomarco Prismatama, Laurentius Tirta Wijaya –perusahaan yang menjalin kerjasama dengan IPB–menjelaskan bahwa berbagai produk unggulan IPB itu, saat ini baru bisa diperoleh di "Agrimart IPB", namun ke depan akan mulai dipasarkan di seluruh Indomart di Indonesia yang jumlahnya mencapai 2.300 buah.

Peneliti IPB Temukan Energi Alternatif

Filed under: IPB Campus - Administrator @ 7:25 am

Sumber: www.suaramerdeka.com

Para peneliti di Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan energi alternatif biogas dan pupuk "Super Organik" yang dihasilkan dari limbah ternak dan didemonstrasikan di depan wartawan di kampus itu, Senin.

Penemuan itu didemonstrasikan di Kampus Darmaga oleh tiga peneliti dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) Fakultas Peternakan (Fapet) IPB yakni Ir. Suhut Simamora, MS, Ir. Sri Wahyuni, MSi dan Ir. Salundik, MSi.

Menurut Suhut Simamora, biogas adalah gas hasil fermentasi bahan organik oleh mikroorganisme anaerobik. Biogas digunakan sebagai sumber energi untuk memasak, penerangan, pemanas atau menggerakkan generator (listrik).

Dari ujicoba yang sudah dilakukan, gas generator listrik yang dihasilkan melalui biogas dari limbah ternak itu dapat menghasilkan "maximum out-put power" 500 watt dan 700 watt.

Ia menjelaskan, nilai kalor dari biogas ditentukan oleh gas methan (CH4) dan karbon dioksida (C02). Bahan bakar biogas menghasilkan "pembakaran sempurna", yakni ditandai dengan nyala api biru, tidak tergolong gas toksik, tidak berbau dan tidak menimbulkan jelat (bekas hitam).

Bahan utama biogas adalah campuran feses (kotoran ternak), urine dan sisa pakan (bahan organik) dengan pengenceran air, dengan perbandingan 1 kotoran: 2 air.

Pengisian pertama harus sudah tercipta kondisi anaerob, dengan waktu tunggu 13-20 hari dari isian pertama. Setelah proses itu, maka biogas siap dipakai dengan menggunakan kompor gas, petromaks, pemanas atau generator.

Dengan instalasi digester (pencerna organik) gasbio berkapasitas 3 meter kubik dapat memproses kotoran dari 2 hingga 4 ekor ternak sapi dewasa dan menghasilkan gasbio sebanyak 1.800 liter. Gas yang dihasilkan itu sudah dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar memasak untuk lima orang dalam satu keluarga.

Khusus di laboratorium ujicoba milik Fapet IPB, instalasi digester berbahan semen, biaya instalasinya berkisar antara Rp12,5 juta hingga Rp15 juta, dengan kapasitas 5-7 meter kubik untuk mengolah kotoran 5-15 ekor sapi, lengkap dengan satu kompor gas, dengan etsimasi kekuatan sekitar 30 tahun.

"Jadi, biogas yang dihasilkan ini bisa dilakukan untuk skala peternakan besar dan juga masyarakat yang memiliki sedikit ternak," katanya.

Ramah lingkungan Sementara itu, Sri Wahyuni mengemukakan bahwa tujuan dari teknologi yang dikembangkan itu, selain karena biaya dari instalasi biogas yang murah, juga menciptakan peetrnakan yang ramah lingkungan.

Nilai tambah lainnya, kata dia, dengan dihasilkannya pupuk organik bermutu yang berasal dari kotoran ternak dengan limbah pertanian, juga dapat meningkatkan pendapatan petani/peternak.

"Manfaat lainya yaitu mendukung usaha tani dalam penyediaan pupuk organik sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sehingga ada kemandirian dalam penyediaan pupuk," katanya.

Salundik menambahkan, ditengah semakin langka dan mahalnya energi konvensional, perlu diciptakan energi alternatif untuk mengatasi krisis energi di masa mendatang. Selain langka, energi konvensional juga membutuhkan teknologi maupun investasi mahal, hasil pembakarannya pun menimbulkan pencemaran.

"Energi alternatif biogas ini dapat diperbaharui (renewable), menggunakan teknologi tepat guna, mengurangi pencemaran dan biaya distribusinya sangat minim, apalagi potensi bahan bakunya, yakni limbah ternak sangat besar di pedesaan, sehingga sangat aplikatif untuk kondisi saat ini," katanya.

    

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King