Proyek Irigasi Baru Tak Dapat Difungsikan
![]() |
| IRIGASI: Proyek baru bangunan saluran suplesi irigasi di Dusun Brangkalan Desa Jaten Kecamatan Selogiri Wonogiri, selesai dikerjakan tapi tidak dapat difungsikan. SM/Bambang Pur |
Wonogiri, CyberNews. Proyek saluran suplesi irigasi baru yang dibangun di Dusun Brangkal Desa Jaten Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri ternyata tidak dapat difungsikan. Pasalnya, meski proyek bernilai Rp 330 juta itu telah selesai dikerjakan, tapi fungsi untuk mengalirkan air tidak sampai ke bagian ujung.
Para petani dari kelompok tani Sidomulyo Desa Jaten pimpinan Sularno, mengatakan, aliran airnya hanya tumpah di bagian pangkal saluran saja. Sehingga persawahan yang berada di ujung saluran terancam kekeringan. ‘’Penyebabnya, karena bagian ujung lebih meninggi, sehingga airnya ’sumbang’ (tidak dapat mengalir),'’ ujar Manto Baladewa, sesepuh tani Desa Jaten.
Menurut petani, proyek itu dikerjakan oleh pemborong Kentut dari CV Damar Jaya Batuwarno. Saluran suplesi irigasi ini memiliki ukuran panjang 800 meter. Terdiri atas sepanjang 100 meter berkonstruksi saluran terbuka, dan sisanya dibangun secara tertutup. Saluran itu mengambil air baku dari aliran air Bendung Colo. Diharapkan dapat memberikan oncoran pada areal sawah petani seluas 36 bahu (12 Ha).
‘’Sejak awal dari Gapok (Gabung Kelompok Tani) sebenarnya sudah mengingatkan, tapi pihak pelaksananya tidak menghiraukan, dan proses pekerjaan terus dilakukan sampai selesai. Tapi akhirnya tidak dapat berfungsi,'’ ujar anggota DPRD Wonogiri Samino SIP yang bermukim di Selogiri.
Kentut yang dikonfirmasi para wartawan, mengelak dengan menyatakan bukan dirinya yang mengerjakan. Komisi C DPRD Wonogiri pimpinan Setyo Sukarno, yang melakukan inspeksi ke lokasi, merekomendasikan agar proyek itu dibongkar dan dikerjakan ulang, agar dapat memberikan fungsi untuk pengairan persawahan petani.
Kabag Pembangunan Pemkab Wonogiri Drs H Rusdiharjo dan Kepala DPU Ir Sudaryanto MM, menegaskan, pengerjaan ulang proyek itu akan dilakukan pihak pemborongnya pada musim kemarau mendatang. Hal ini agar tidak mengganggu jadwal tanam yang sekarang berlangsung.
Kepala Sub Dinas Pengairan Wonogiri H Gatot Haryadi ST didampingi Kasi Teknis Heru ST MT, menyatakan, terjadi kesalahan teknis dalam melakukan penggalian saluran. Mestinya untuk bagian ujung sedalam 3,5 meter, tapi kenyataannya kurang 0,4 meter. Hal ini yang menjadikan air tidak dapat mengalir sampai ujung, dan menyebabkan saluran itu tidak dapat memberikan fungsi sebagaimana yang diharapkan.
